Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon Selenggarakan Kuliah Singkat Ekonomi Syariah bagi Pelaku Usaha Mikro

Cirebon, 5 September 2025 – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabi’ul Awwal 1447 Hijriah, Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon menyelenggarakan Kuliah Singkat Ekonomi Syariah bagi Pelaku Usaha Mikro pada Jumat, 5 September 2025. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon tersebut menghadirkan K.H. Ilham Bustomi sebagai pemateri utama dan diikuti oleh para pelaku usaha mikro, anggota Majelis Ta’lim Al-Ummahat, serta masyarakat sekitar yang memiliki minat dalam pengembangan usaha berbasis nilai-nilai syariah.

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan literasi ekonomi syariah. Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dimaknai tidak hanya sebagai sarana mengenang keteladanan Rasulullah, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kejujuran, amanah, keadilan, dan tanggung jawab dalam aktivitas ekonomi dan kewirausahaan.

Dalam pemaparannya, K.H. Ilham Bustomi menjelaskan bahwa Islam memandang aktivitas usaha sebagai bagian dari ibadah apabila dijalankan dengan niat yang benar dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariat. Beliau menekankan bahwa keberhasilan usaha tidak semata-mata diukur dari besarnya keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari keberkahan yang lahir melalui praktik bisnis yang jujur, transparan, adil, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain membahas prinsip-prinsip dasar ekonomi syariah, materi kuliah juga mengulas praktik usaha mikro yang sesuai dengan ketentuan syariat, seperti pentingnya menghindari riba, gharar (ketidakjelasan), penipuan, dan praktik usaha yang merugikan pihak lain. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai etika berdagang menurut Rasulullah SAW, pengelolaan keuangan usaha secara sederhana, pentingnya menjaga kualitas produk dan pelayanan, serta membangun kepercayaan konsumen sebagai modal utama dalam mengembangkan usaha.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi dialog dan diskusi. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha mikro, mulai dari pengelolaan modal, pemasaran produk, penentuan harga, hingga penerapan akad-akad syariah dalam transaksi sehari-hari. Antusiasme peserta menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan ekonomi syariah yang aplikatif dan mudah dipahami.

Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon memandang bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan bagian penting dari pembangunan sosial keagamaan. Oleh karena itu, selain menyelenggarakan pendidikan keagamaan, yayasan juga terus mengembangkan berbagai program pelatihan dan pendampingan yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro agar mampu tumbuh secara mandiri, produktif, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.

Melalui kuliah singkat ini, yayasan berharap para pelaku usaha mikro semakin memahami bahwa kegiatan ekonomi memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Usaha yang dijalankan secara profesional, jujur, dan sesuai dengan prinsip syariah diyakini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga menghadirkan keberkahan bagi pelaku usaha, keluarga, dan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon dalam mengintegrasikan pendidikan keislaman dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan semangat keteladanan Rasulullah SAW yang diperingati melalui Maulid Nabi, yayasan berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang memperkuat kapasitas masyarakat, mendorong tumbuhnya usaha mikro yang sehat dan beretika, serta mendukung terwujudnya kesejahteraan umat yang berlandaskan nilai-nilai ekonomi syariah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *