Ketua Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon Hadiri Festival Muharram dan Seminar Nasional Rekonstruksi Peradaban Islam di Jakarta

Jakarta, 14 Juni 2026 — Ketua Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon, Dr. Hj. Naila Farah, S.Ag., M.Ag., menghadiri rangkaian kegiatan Festival Muharram 1448 H/2026 M yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, pada 14–15 Juli 2026. Kehadiran Ketua Yayasan dalam forum tersebut menjadi bagian dari komitmen Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon untuk terus memperluas wawasan, memperkuat jejaring kelembagaan, serta berpartisipasi dalam berbagai forum strategis yang membahas perkembangan Islam, pendidikan, dan transformasi peradaban.

Festival Muharram diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan umat Islam sekaligus mendiskusikan berbagai tantangan dan peluang dalam membangun peradaban Islam yang mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat di tengah perubahan dunia yang semakin kompleks.

Rangkaian Festival Muharram dimulai dengan penyelenggaraan Seminar Nasional bertema “Rekonstruksi Peradaban Islam untuk Membangun Dunia Baru” pada Selasa, 14 Juli 2026. Seminar nasional tersebut menjadi forum intelektual untuk mendiskusikan berbagai gagasan mengenai masa depan peradaban Islam serta kontribusi umat Islam dalam merespons perkembangan sosial, pendidikan, ekonomi, teknologi, dan kebudayaan pada tingkat nasional maupun global.

Festival Muharram secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. Kehadiran Menteri Agama sekaligus menunjukkan arti penting kegiatan tersebut sebagai ruang pertemuan dan dialog antara pemerintah, akademisi, tokoh agama, organisasi masyarakat, serta berbagai lembaga yang memiliki perhatian terhadap pembangunan umat dan pengembangan peradaban Islam.

Ketua Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon, Dr. Hj. Naila Farah, S.Ag., M.Ag., menilai bahwa tema rekonstruksi peradaban Islam memiliki relevansi yang kuat dengan tantangan masyarakat kontemporer. Peradaban Islam tidak cukup hanya dipahami sebagai warisan sejarah, tetapi perlu terus dikembangkan melalui penguatan pendidikan, ilmu pengetahuan, penelitian, teknologi, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan kehidupan sosial yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Partisipasi dalam Festival Muharram juga memiliki nilai strategis bagi pengembangan Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon sebagai lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial keagamaan Islam. Berbagai gagasan yang berkembang dalam seminar nasional dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan program-program yayasan, khususnya dalam bidang pendidikan, kajian keislaman dan kebangsaan, penelitian dan publikasi, dakwah dan pembinaan masyarakat, serta pemberdayaan sosial kemasyarakatan.

Menurut Ketua Yayasan, pengembangan peradaban Islam harus dimulai dari penguatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan yang berkualitas dan berkarakter, pengembangan budaya keilmuan, penguasaan teknologi, serta kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial. Karena itu, lembaga pendidikan dan sosial keagamaan memiliki tanggung jawab penting untuk menghadirkan program-program yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat sekaligus mempersiapkan generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, integritas, dan kepedulian sosial.

Kehadiran Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon dalam forum nasional tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dengan berbagai lembaga pemerintah, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, akademisi, dan tokoh masyarakat. Penguatan jejaring dipandang penting untuk membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, dan pemberdayaan umat.

Momentum Festival Muharram 1448 H juga diharapkan dapat memperkuat semangat hijrah dalam konteks yang lebih luas. Hijrah tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa historis dalam perjalanan Islam, tetapi juga sebagai semangat untuk melakukan perubahan, pembaruan, dan transformasi menuju kehidupan masyarakat yang lebih maju, berkeadilan, berilmu, dan bermartabat.

Melalui keikutsertaan dalam Festival Muharram dan Seminar Nasional “Rekonstruksi Peradaban Islam untuk Membangun Dunia Baru”, Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon menegaskan komitmennya untuk terus belajar, membangun jejaring, serta mengembangkan berbagai program inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Kehadiran dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah yayasan dalam mewujudkan visinya sebagai yayasan pendidikan dan sosial keagamaan Islam yang terpercaya, berdaya guna, serta berkontribusi bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *