Ketua Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon Jadi Narasumber Sarasehan Wawasan Kebangsaan JAI

Bogor, 23 Agustus 2026 — Ketua Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon, Dr. Hj. Naila Farah, S.Ag., M.Ag., menjadi salah satu narasumber dalam Sarasehan Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB di Pusat Pendidikan Kampus Mubarak Jemaat Ahmadiyah Indonesia, Parung, Bogor, Jawa Barat.

Sarasehan mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur: Memperkuat Wawasan Kebangsaan, Menumbuhkan Cinta Tanah Air, serta Mengukuhkan Kontribusi Nyata bagi Persatuan dan Kemajuan Bangsa.” Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog kebangsaan yang terutama diarahkan kepada generasi muda, khususnya kelompok Milenial dan Gen Z, untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air sekaligus membangun keberagamaan yang damai dan inklusif sebagai kekuatan bagi persatuan bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Hj. Naila Farah menyampaikan materi dengan subtema “Moderasi Beragama di Era Generasi Digital: Menjadikan Keberagamaan sebagai Kekuatan Persatuan dan Perdamaian Bangsa.” Materi ini menempatkan moderasi beragama sebagai salah satu pendekatan penting dalam merawat kehidupan bersama di tengah masyarakat Indonesia yang memiliki keragaman agama, keyakinan, budaya, dan latar belakang sosial.

Pembahasan mencakup hubungan antara keberagamaan, kebangsaan, dan kehidupan bernegara serta pentingnya moderasi beragama dalam menghadapi perbedaan dan keberagaman. Perhatian khusus juga diberikan kepada tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, termasuk intoleransi, ekstremisme, penyebaran hoaks, dan polarisasi keagamaan di ruang digital.

Di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial, generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun budaya keberagamaan yang terbuka dan bertanggung jawab. Ruang digital tidak hanya menghadirkan kesempatan untuk memperoleh dan menyebarkan pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi ruang berkembangnya prasangka dan konflik apabila tidak disertai kemampuan literasi dan sikap kritis. Karena itu, nilai-nilai moderasi beragama penting diterjemahkan ke dalam perilaku nyata, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam berinteraksi di ruang digital.

Sarasehan tersebut juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun kerukunan dan perdamaian lintas agama dan keyakinan. Organisasi serta komunitas keagamaan memiliki peran yang tidak kalah penting dalam menyediakan ruang dialog, membangun sikap saling menghormati, dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Generasi muda diharapkan mampu mengambil peran sebagai duta moderasi beragama, baik di lingkungan sosial maupun digital.

Kehadiran Ketua Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon sebagai narasumber dalam forum tersebut memiliki relevansi dengan komitmen yayasan dalam mengembangkan kajian keislaman dan kebangsaan sebagai salah satu bidang kegiatannya. Bagi yayasan, pendidikan keagamaan perlu berjalan beriringan dengan penguatan kesadaran kebangsaan, penghargaan terhadap kemajemukan, serta tanggung jawab bersama untuk menjaga kehidupan masyarakat yang damai.

Partisipasi dalam Sarasehan Wawasan Kebangsaan juga menjadi bagian dari upaya Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon untuk memperluas jejaring dan membangun dialog dengan berbagai elemen masyarakat. Pertemuan lintas organisasi dan komunitas keagamaan seperti ini memiliki arti penting dalam menumbuhkan komunikasi, saling pengertian, dan kerja sama untuk menghadapi berbagai persoalan sosial secara bersama-sama.

Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Pawiyatan Pakungwati Cirebon menegaskan pentingnya pengembangan keberagamaan yang mampu menjadi energi positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat moderasi, penghormatan terhadap perbedaan, kecintaan terhadap tanah air, dan keterlibatan aktif generasi muda diharapkan dapat terus diperkuat sebagai bagian dari ikhtiar bersama menjaga persatuan serta mewujudkan Indonesia yang damai, adil, dan maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *